tuliskan langkah langkah dalam berbalas pantun

StrukturPantun 1. Setiap baris pantun minimal 4 buah Jenis Pantun 1. Pantun anak-anak 2. Pantun orang muda 3. Pantun orang tua 4. Pantun teka-teki 5. Pantun jenaka 6. Pantun biasa 7. Pantun berkait (pantun berantai) 8. Pantun kilat 9. Pantun budi 10. Pantun Talibun 11. Pantun kilat 12. Pantun adat 13. Pantun agama 14. Pantun kepahlawanan 15. FakultasPertanian Universitas RiauKampus Bina Widya Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5 Simpang Baru , Pekanbaru 28293Telepon : (0761) 63270Faksimil : (0761) 63 Langkahlangkah menulis pantun. Adapun didalam menulis teks pantun dapat dilakukan dengan cara mengikuti langkah-langkah yang dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Memahami karakteristik pantun. Sebelum penulisan di mulai, pahami dulu karakteristik pantun, yaitu struktur dan kaidahnya. Usaimenunjukkan beberapa gerakan silat dan saling berbalas pantun, baru rombongan mempelai pria bisa masuk ke area rumah mempelai perempuan untuk melanjutkan prosesi pernikahan. Guna melestarikan kesenian ini, dalam beberapa momen sering diadakan festival "palang pintu" oleh pemerintah dan mendapat antusiasme dari masyarakat Betawi. 1 Carilah satu contoh teks berita bisa kalian lihat di surat kabar, majalah, koran, dan sebagainya. 2. Tuliskan kembali teks berita tersebut ke dalam buku catatan kalian. 3. Setelah kalian selesai menyalin teks berita yang kalian telah temukan tadi, langkah selanjutnya adalah tentukan struktur teksnya yang terdiri dari kepala, teras, tubuh Meilleur Site De Rencontre Entre Femmes. 4 Langkah menulis pantun- Sebelum kita mengulas tentang pantun, kita kenalan dulu ya sama pantun. Pantun yaitu salah satu karya sastra yang mirip puisi namun cara penyampaiannya beda. Saya pertama kali mengenal pantun yaitu pada saat menduduki bangku sekolah dasar. Pada awalnya saya tertarik dengan pantun karena gaya bahasanya yang lucu dan indah. Namun setelah mempelajari ternyata tidak mudah banyak hal yang harus di kuasai dan pahami terlebih dahulu. Waktu itu saya membuat sebuah pantun, yang menurut saya sudah pas dan indah, namun setelah saya bawa ke guru yang mengajar ternyata masih banyak kesalahan yang harus saya ganti. Nah, berkaitan dengan hal itu saya akan membagikan sebuah prosedur atau langkah untuk membuat sebuah pantun. Berikut langkah dalam membuat sebuah pantun. 1. Mengetahui syarat –syarat dalam membuat pantun Sebelum membuat sebuah pantun hal utama yang wajib kita ketahui adalah syarat-syaratnya, yaitu Dalam 1 bait terdiri dari 4 baris Baris 1 dan 2 di sebut sampiran, sedangkan 3 dan 4 isi Jumlah suku kata tiap bari 8-12 suku kata, bersajak a-b-a-b 2. Menentukan tema Jika sudah memahami syaratnya selanjutnya kita harus menentukan tema atau topic, agar pantun yang kita buat memiliki tujuan yang jelas. Ada beberapa tema yang saya kenal yaitu pantun jenaka,pantun nasehat , pantun suka cita, pantun duka cita dan masih banyak lagi. 3. Menulis isi Setelah menentukan tema yang tepat, langkah selanjutnya yaitu menuliskan isi lebih dahulu yang berkaitan dengan tema. 4. Menulis sampiran Langkah yang terakhir yaitu menulis sampiran. Caranya yaitu lihat akhiran di setiap baris isi pantun. Ambil huruf akhirnya kemudian pikir kan satu kata dengan akhiran yang sama. “Naik keatap memakai lamborjini lamborjini bekas pakain pita Cobalah tatap mata aku ini aKan engkau bisa satu berkas cinta” Nah, bait pantun diatas adalah salah satu contoh pantun yang mengikuti syarat dan ketentuan yang telah saya jabarkan. Kalau kita lihat dari temanya yaitu tentang pencintaan, bisa juga masuk ke pantun jenaka. Pantun Berbalas – Pantun merupakan bentuk sastra yang tidak pernah tergerus oleh waktu. Dibuat dan berkembang di tengah masyarakat, menjadikan pantun sebagai bagian dari budaya daerah. Salah satu bentuk penggunaan pantun sebagai bagian dari budaya adalah seni berbalas pantun. Tradisi saling melontarkan pantun berbalas yang lucu dan menghibur sangat digemari masyarakat. Pengertian Pantun Berbalas Banyak jenis pantun yang tersebar dan dikenal masyarakat. Salah satu yang tetap digunakan sampai sekarang adalah jenis pantun berbalas. Pada beberapa daerah, misalnya Betawi. Terdapat suatu kebiasaan untuk melakukan kegiatan berbalas pantun saat menggelar kegiatan kemasyarakatan. Sebagai contoh saat upacara pernikahan atau pertunangan. Perwakilan keluarga mempelai laki-laki dan perempuan akan melakukan kegiatan berbalas pantun secara langsung di depan para tamu undangan. Kegiatan semacam itu memiliki makna sebuah komunikasi atau diskusi antar kedua belah pihak sampai menemukan kesepakatan. Selain itu, kegiatan berbalas pantun juga digunakan sebagai sarana hiburan. Pantun yang dilontarkan oleh satu pihak akan memancing pihak lain untuk membalasnya. Proses timbal balik tersebut membutuhkan tingkat kreativitas tinggi karena dilakukan dengan cepat. Ini disebabkan karena pembuatan pantun harus sesuai dengan tema dan pokok bahasan lawan bicara. Baca Juga Pantun Betawi Ciri-ciri Pantun Berbalas Secara umum, pantun memiliki ciri-ciri yang sama seperti yang telah ditetapkan dalam berbagai sumber literature. Demikian pula dengan pantun berbalas. Perbedaan hanya terletak pada konteks dan tujuan pantun tersebut diadakan. Beberapa ciri-cirinya dapat dikategorikan sebagai berikut. Setiap bait pantun terdiri dari 4 larik baris. Setiap baris kalimat dalam pantun mempunyai sekitar 4 – 6 kata. Pantun terdiri dari sampiran dan isi pantun. Penulisan pantun harus sesuai rima Sajak Kegiatan berbalas pantun biasanya dilakukan paling sedikitnya oleh dua orang. Antara bait pertama yang diucapkan pemberi pantun harus sesuai dengan jawab penerima pantun. Pemilihan tema dalam membuat pantun untuk kegiatan seni ini menjadi faktor utama yang menentukan bagus tidaknya sebuah pantun. Berbalas pantun dilakukan secara langsung di depan umum dan penuh dengan spontanitas. Untuk itu diperlukan skill yang mumpuni dan tingkat kreativitas tinggi. Tujuannya untuk membuat dan memberi jawaban pantun yang bisa menghibur, sesuai tema dan makna tersirat yang ingin disampaikan. Penggunaan Pantun Berbalas dalam Kehidupan Sehari-Hari Pantun berperan sebagai sarana penyampaian pesan di dalam kehidupan bermasyarakat yang berisi nilai budaya dan norma sosial . Berkat peran sosialnya, pantun menjadi hal yang wajib untuk tetap dilestarikan. Tujuannya, agar pantun tidak punah dan tetap menjadi ciri khas bangsa. Sebenarnya ada banyak cara untuk melestarikan sastra asli melayu ini. Misalnya mengajak kaum muda untuk mengenal pantun dan mendalaminya, mengadakan perlombaan pantun secara rutin, serta membuat dokumentasi pantun secara tertulis. Menggunakan pantun dalam kegiatan sehari-hari juga perlu dibiasakan guna menumbuhkan rasa cinta terhadap karya sastra ini. Misalnya dalam acara pesta pernikahan. Pada acara pernikahan, pihak mempelai laki-laki dan perempuan akan melakukan kegiatan berbalas pantun. Kegiatan tersebut memiliki makna mendalam, seiring dengan tujuan dan pesan yang ingin disampaikan kepada kedua mempelai. Masih banyak kegiatan sehari-hari yang bisa dijadikan sebagai wadah melestarikan pantun. Selain kegiatan kemasyarakatan, kegiatan pendidikan, keagamaan serta kehidupan pribadi juga tidak lepas dari kesempatan menggunakan pantun. Beberapa contoh pantun berbalas yang bisa digunakan dalam segala aspek kehidupan seperti di bawah ini. Pantun Berbalas Jenaka Jenis pantun yang paling populer dan menghibur adalah pantun jenaka. Pantun jenaka biasanya berisi kata-kata lucu yang bisa membangkitkan suasana sekitar menjadi lebih meriah. Orang lain yang mendengarkan pantun ini akan merasa terhibur dan senang. Karena sifatnya yang menghibur, pemilihan kata dalam pembuatan pantun ini harus mengandung unsur kelucuan dan menimbulkan gelak tawa. Kegiatan berbalas pantun jenaka bisa dilakukan oleh dua orang. Misalnya antar sesama teman permainan. Beberapa contoh pantun jenaka seperti berikut ini. Pantun Berbalas I Suling ditiup jangan dipetik Tandu digunakan untuk membopong Si eneng memang kelihatan cantik Tetapi sayang senyumnya ompong Jawaban Pantun Berbalas Anak kecil bermain pimpong Jangan main sama orang rempong Tidak masalah saya ompong Daripada muka kayak panci gosong Pantun Berbalas Teka-Teki Pantun berbalas yang kedua adalah jenis pantun teka-teki. Seperti namanya, pantun ini memiliki makna teka-teki atau tebakan. Jenis ini sangat digemari dan banyak digunakan dalam sebuah permainan bahkan perlombaan. Ciri khas pantun ini adalah adanya sebuah pertanyaan yang terletak pada bagian akhir pantun. Pertanyaan tersebut pada akhirnya harus dijawab oleh orang-orang yang mendengarkan pantun. Lebih istimewanya lagi, jawaban dari pertanyaan pengirim pantun, harus dibalas menggunakan pantun juga. Jadi, proses tanya jawab yang dilakukan keduanya harus menggunakan pantun. Selain sebagai sarana hiburan, pantun teka-teki juga bisa digunakan sebagai sarana edukasi kepada anak-anak. Tidak dikhususkan pada anak saja, orang dewasapun bisa menggunakan pantun jenis ini. Berikut ini beberapa contoh pantun teka-teki. Pantun Berbalas I Pergi jauh ke Pangandaran Kalau haus minum es kelapa Kalau kamu orang berwawasan Hewan apa ekor atas kepala Jawaban Pantun Berbalas Pulang mudik ke kota Batu Jangan lupa beli galah Sudah jelas aku tahu Tidak lain pasti gajah Pantun Berbalas II Parkir perahu pakai jangkar Bungkus nasi pakai daun jati Kalau memang kamu pintar Apakah hewan tanduk di kaki Jawaban Pantun Berbalas Memasak ikan dalam kuali Menunggu lama menjadi bosan Itu tebakan mudah sekali Sudah pasti jawabnya ayam jantan Pantun Berbalas Cinta Bagi pasangan yang sedang merajut kasih, tidak ada salahnya menggunakan pantun sebagai alat komunikasi. Meskipun masih agak asing dan tidak biasa, namun hal tersebut bisa sangat berkesan bagi pasangan yang mendengarnya. Misalnya saat berjalan-jalan berdua, mengatakan hal gombal dengan pantun akan membuat pasangan tersenyum manis. Jenis pantun ini banyak digunakan oleh kaum muda-mudi. Biasanya digunakan untuk saling mengungkapkan perasaan suka dan sayang kepada lawan jenis. Selain untuk hal-hal berbau romantis, pantun cinta juga digunakan untuk menghibur pasangan agar tidak merasa bosan. Berikut ini beberapa contohnya. Pantun Berbalas I Pakai baju robek di bahu Dijahit tidak ada waktu Cinta abang hanyalah satu Untuk adik sepanjang waktu Jawaban Pantun Berbalas Beli tas baru tanpa pikir Dibawa belanja diambil orang Sejak awal sampai akhir Sayangku Cuma abang seorang Pantun Berbalas II Sedang berjalan kaki tersandung Luka terkena pecahan genteng Diri ini merasa beruntung Jatuh cinta pada pria ganteng Jawaban Pantun Berbalas Jalan-jalan ke pulau Belitung Mampir kedai sepanjang jalan Aku merasa paling beruntung Bisa bersama perempuan idaman Baca Juga Pantun Bersajak Pantun Berbalas Perkenalan Ada banyak cara untuk memulai percakapan dengan orang baru. Tapi pernahkah berpikir untuk melakukannya dengan cara yang lebih seru? Berkenalan dengan menggunakan pantun berbalas adalah salah satu cara seru yang bisa di coba. Cara berkenalan anti-mainstream ini bisa menimbulkan rasa senang dan tertarik bagi pendengarnya. Pantun perkenalan ini banyak digunakan oleh kaum remaja. Biasanya sebagai pembuka perkenalan kepada orang lain atau tempat umum pada acara tertentu. Selain caranya yang unik, perkenalan diri menggunakan pantun juga bisa menjadi nilai tambah yang akan diingat oleh orang lain. Beberapa contoh pantun perkenalan yang bisa digunakan sebagai berikut Pantun Berbalas I Pergi ke papan lihat pengumuman Tulisan kecil baca sebisanya Inginku mengajak berkenalan Siapa gerangan namanya? Jawaban Pantun Berbalas Kalau lapar ya tinggal makan Kalau dingin gunakan pakaian Tiada sungkan aku ucapkan Dita namaku ayo berteman Pantun Berbalas II Pergi ke pasar membeli tahu Minum susu segar dan nyaman Siapa namamu boleh ku tahu Aku Jono si pria tampan Jawaban Pantun Berbalas Pergi wisata ke kota batu Beli kerang dan juga ikan Santi adalah nama asliku Ayo kita menjadi teman Pantun Berbalas Agama Salah satu penggunaan pantun dalam aspek agama dan ketuhanan adalah sebagai wadah penyebaran kebaikan dan nasehat. Isi pokok yang terdapat dalam setiap pantun agama adalah ajaran kebaikan. Terdapat pula nilai dan prinsip keagamaan dan hal-hal yang berkaitan dengan keTuhanan Yang Maha Esa. Selain berisi nasehat, pantun agama juga kerap disisipi larangan yang tidak boleh dilanggar dalam aturan agama. Menggunakan pantun agama sebagai cara menasehati seseorang tentang anjuran maupun larangan agama akan menjadi lebih mudah. Hal ini karena pantun dibuat dengan bahasa dan kata yang terstruktur dan tidak akan menyinggung perasaan orang lain. Pantun Berbalas I Masa lalu jangan dikenang Masa depan tak pernah tahu Adakah cara hidup tenang Coba Jawablah Bagi Yang Mampu Jawaban Pantun Berbalas Mengalah bukan berarti kalah Tidak juga terlihat redup Berdoa minta pada Allah Damai tentram selama hidup Pantun Berbalas II Pergi bermain sampai larut malam Pulang ke rumah saat diselesaikan Sebagai umat beragama Islam Apa hal yang selalu kamu lakukan Jawaban Pantun Berbalas Wajib hukumnya puasa Ramadhan Sering berbuka minum es degan Kalau sudah mendengar adzan Semua kegiatan segera hentikan Pantun Berbalas Adat Istiadat Karya sastra berbentuk pantun sudah sejak lama diakui sebagai budaya bangsa. Pantun tersebar hingga penjuru negeri, tercipta dan berkembang di tengah masyarakat. Bentuk pantun banyak dipengaruhi oleh adat istiadat dan kebiasaan dalam suatu suku atau daerah. Sehingga terciptalah pantun adat dengan gaya bahasa dan unsur kebudayaan yang kental di dalamnya. Indonesia merupakan negara multikultural yang sangat menjunjung nilai toleransi. Setiap daerah berhak menciptakan dan mengembangkan kebudayaannya masing-masing, utamanya dalam bentuk pantun. Penggunaan pantun adat juga beragam, disesuaikan dengan budaya masing-masing daerah. Contoh pantun berbalas dengan tema adat istiadat yang sering dijumpai adalah sebagai berikut. Pantun Berbalas I Di rawa rumahnya buaya Di hutan rumahnya rakun Indonesia banyak budaya Bagaimana caranya hidup rukun Jawaban Pantun Berbalas Pohon mangga banyak berdaun Daun hijau segar di mata Tentulah mudah hidup rukun Toleransi antar sesama Baca Juga Pantun Bersajak Abab Pantun Berbalas Nasehat Tidak mudah menasehati seseorang, apalagi kemungkinan dihiraukan sangat besar. Salah satu cara unik yang bisa digunakan untuk memberi saran dan nasehat pada orang lain adalah menggunakan pantun. Cara ini cukup ampuh karena tidak terdengar menggurui atau memaksa. Menasehati orang lain menggunakan pantun terkadang lebih manjur dan di dengar karena sifatnya yang lembut dan tersirat. Pemilihan kata yang tepat dan tidak keras atau memaksa akan mudah diterima oleh pendengarnya. Beberapa contoh pantun nasehat dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut. Pantun Berbalas I Naik sepeda menginjak ular Ular mati terlindas ban Untuk guna giat belajar Otak bodoh sudah bawaan Jawaban Pantun Berbalas Bunga mawar dipetik sukar Tertusuk duri jari berdarah Selagi muda giat belajar Karena nasib harus dirubah Penutup Masih banyak jenis pantun berbalas dan penggunaannya dalam aktivitas sehari-hari. Pantun adalah sastra kuno yang tetap populer hingga saat ini. Namun keberadaannya harus terus dilestarikan agar tidak punah. Mempelajari secara intensif dan mengamalkan penggunaannya dalam kegiatan sehari-hari adalah langkah terbaik untuk menghidupkannya. Pantun Berbalas Ilustrasi Contoh Berbalas Pantun. Sumber Pantun4 Contoh Pantun BerbalasMalam-malam nonton AldebaranBeli baju tampil perlenteHari ini hari lebaranMau THR dong, TanteBunga bakai aromanya bauLulus kuliah jadi insinyurAnak kecil jangan banyak mauMakan aja itu ketupat sayurMinum obat sesuai anjuranMakan malam pakai kimloUdah dua kali lebaranKok, kamu masih jomlo?Beli sayur bikin kimloBikin satai perlu arangLebih baik masih jomloDaripada jagain jodoh orangIlustrasi Berbalas Pantun. Sumber PlavalagunaJalan-jalan ke PancoranSambil main sambil olahragaKamu sudah lama pacaranKenapa belum nikah juga?Ikan berenang melawan arusMalam hari telepon berderingKenapa tanya itu terusKamu mau bayarin katering?Jalan pagi cari jamuMalah ketemu barang antikSudah lama gak ketemuTernyata kamu makin cantikKe pasar beli baju batikPulangnya pakai transportasi publikTerus kenapa kalau aku cantikKamu mau ngajak balik? Makassar - Pantun berbalas bisa jadi sarana hiburan menarik. Pantun yang dilontarkan oleh satu pihak akan memancing pihak lain untuk membalasnya dengan tema yang berbalas juga menjadi tradisi di beberapa daerah di Indonesia. Kegiatan berbalas pantun ini biasa ditemukan dalam berbagai acara, seperti pentas, nikahan, bahkan di kegiatan talkshow atau merupakan jenis sastra lama yang telah dikenal sejak dulu. Pantun umumnya terdiri dari empat baris, dua baris pertama merupakan sampiran, dan dua baris terakhir adalah isi. Proses timbal balik dalam berbalas pantun membutuhkan tingkat kreativitas tinggi karena dilakukan dengan cepat. Ada banyak jenis pantun berbalas, mulai dari pantun jenaka, nasihat, hingga pantun contoh pantun berbalas yang telah dirangkum oleh detikSulsel dari berbagai sumber. Pantun ini bisa menjadi referensi untuk saling berbalas pantun bersama kerabat atau Pantun BerbalasPantun 1Pantun Makan bakso dicampur tahuKepedesan minum jus manggaBoleh aku tanya sesuatu?Rahasia kulit putih tidak merataBalasanSiang hari minum jus manggaLebih nikmat ditambah gula batuPutih ini memang tidak merataHasil kolaborasi dengan panuPantun 2Pantun Beli manisan di toko pamanDari buah beraneka rasaJuara satu sudah langgananApa engkau punya rahasia?Balasan Di pohon mangga ada iguanaBerdiam diri di balik dahanTak ada rahasia yang kupunyaPandai itu hasil ketekunanPantun 3Pantun Pagi hari hujan derasSiang hari terik sekaliJadi anak jangan malasSudah petang belum mandiBalasan Bunga melatiBunga liliMeski aku belum mandiTapi bauku harum sekaliPantun 4Pantun Ada beruang di atas saljuMencari makan tidak ketemuAyo datang ke rumahkuAda mobil keluaran terbaruBalasan Beruang lapar sedang berburuKetemu ikan dibalik saljuTidak usah pamer ini ituToh, itu juga bukan punyamuPantun 5Pantun Buah mangga buah jambuPanen banyak untung seribuAnak siapa berbaju biruKerjaannya main meluluBalasan Pagi hari langitnya biruMancing dilaut dapat kerapuBoleh saja main meluluAsal pendidikan tetap nomor satuPantun 6Pantun Jalan-jalan ke SemarangJangan lupa ke lawang sewuKenapa harus ke Pulau SebrangHanya untuk mengejar ilmuBalasan Malam minggu ke pasar baruBeli kain untuk menantuKalau mau dapat banyak ilmuKemanapun, ya, aku setujuPantun 7Pantun Taman lembang di pinggiran KotaAsyik berlibur lupa segalanyaKalau hati sedang dimabuk cintaApa-apa terasa bahagiaBalasan Langit biru berganti senjaNampak gulita kian membaraMemang kalau sedang jatuh cintaAkupun juga merasa hal yang samaSimak halaman selanjutnya... Pantun adalah puisi jenis lama yang berasal dari Melayu. Sumber merupakan karya sastra yang telah lama berkembang, khususnya di daratan Melayu. Pantun termasuk kategori puisi lama yang memiliki struktur dan ciri-ciri yang memiliki keunikan tersendiri, pantun kini menjadi warisan budaya yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Pantun juga biasa digunakan dalam acara-acara adat, khusus adat pembuatan pantun pun sangatlah mudah karena pantun memiliki ciri-ciri khusus yang membuat karya sastra ini tergolong karya sastra yang pendek tidak seperti novel.Lantas, langkah apa saja yang perlu dilakukan dalam pembuatan pantun? Untuk mengetahui langkah-langkah dalam pembuatan pantun, simak penjelasan di bawah dan Ciri-Ciri PantunMelansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pengertian dari kata pantun adalah jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empat baris serta memiliki sampiran dan Kamus Besar Bahasa Indonesia, pantun merupakan bentuk puisi Indonesia, khususnya yang memiliki ciri-ciri tertentu. Adapun ciri-ciri dari pantun yang dimaksud ialahTiap bait kuplet biasanya terdiri atas empat baitnya memiliki sajak yang seirama a-b-a-b.Tiap larik biasanya terdiri atas empat pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan sampiran ketiga dan keempat merupakan PantunPantun adalah karya sastra yang unik karena memiliki ciri-ciri khusus. Sumber biasanya dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan isi atau makna yang ingin disampaikan oleh si pembuatnya. Berikut beberapa jenis pantun berdasarkan isinyaPantun agama adalah jenis pantun yang memuat isi dan informasi mengenai ajaran-ajaran agama. Biasanya, pantun ini digunakan untuk kegiatan penyebaran paham agama atau adat merupakan jenis pantun yang memuat nilai adat istiadat yang dianut oleh masyarakat. Pantun adat biasanya berisikan filosofi-filosofi hidup yang dipegang teguh oleh masyarakat seperti namanya, pantun ini merupakan jenis pantun yang dibuat untuk menyampaikan nasihat-nasihat serta pedoman hidup bagi yang jenaka adalah pantun yang berisikan lelucon atau candaan yang dibuat untuk menghibur siapa pun yang membaca maupun Membuat PantunIlustrasi seseorang membuat pantun. Sumber pembuatan pantun sangatlah mudah, berikut beberapa langkah yang harus dilakukan dalam pembuatan pantunLangkah pertama yang harus dilakukan untuk membuat pantun adalah menentukan tema dari pantun yang akan dibuat. Misalnya, tema mengenai perpisahan, bersuka cita dan sebagainya. Tema harus ditentukan paling awal agar pembuat tidak kebingungan menentukan baris demi baris yang akan menentukan tema, langkah membuat pantun selanjutnya selanjutnya adalah menentukan dua baris sebagai isi dari pantun yang akan dibuat. Misalnya, kita mengambil tema kebahagiaan, maka kita harus membuat isinya terlebih dahulu. ContohnyaKalau ayah pulang ke rumah3. Memilih Kata Terakhir pada Baris SampiranMelihat dari contoh di atas, isi dari pantun tersebut bersajak ab-ab. Oleh karena itu, langkah selanjutnya adalah menentukan kata terakhir pada baris sampiran yang selaras dengan kata terakhir pada terakhir adalah membuat sampiran. Setelah mengetahui kata apa yang akan digunakan pada bagian terakhir baris pertama dan kedua, maka selanjutnya adalah melengkapi kalimat sampirannya. ContohnyaKancil senang jika berkemahTendanya diberi segenggam uyah

tuliskan langkah langkah dalam berbalas pantun